Selasa, 14 April 2020

Manusia dan Kebudayaan


Sebagai seorang manusia, kita sudah sepantasnya memahami apa itu arti manusia yang sesungguhnya. Akan tetapi, kenyataannya masih banyak sekali orang yang tidak memahami makna dan arti kata manusia.
Nah, untuk membantu mempelajari makna dan arti kata manusia yang sebenarnya, kita dapat menggunakan beberapa pendapat para ahli mengenai defenisi kata manusia berikut ini :
Beberapa Pengertian Manusia menurut Para Ahli
  1. Paula J. C. & Janet W. K.
Menurut Paula J. C. & Janet W. K. Manusia merupakan makhluk yang terbuka, bebas memilih makna di dalam setiap situasi, mengemban tanggung jawab atas setiap keputusan, yang hidup secara berkelanjutan, serta turut menyusun pola hubungan antar sesama dan unggul multidimensional dengan berbagai kemungkinan.
  1. Omar Mohammad Al – Toumi Al – Syaibany
Menurut Omar Mohammad Al – Toumi Al – Syaibany, pengertian manusia adalah makhluk yang mulia. Masuia merupakan makhluk yang mampu berpikir, dan menusia merupakan makhluk 3 dimensi (yang terdiri dari badan, ruh, dan kemampuan berpikir / akal). Manusia di dalam proses tumbuh kembangnya dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor keturunan dan faktor lingkungan.
  1. Kees Bertens
Menurut Kees Bertens, manusia adalah setiap makhluk yang terdiri dari dua unsur yang satuannya tidak dapat dinyatakan dalam bentuk apapun.

Definisi mengenai kebudayaan juga dikemukakan oleh para ahli. Mungkin bahasan dari pakar ini akan mampu membuat Anda lebih memahami arti dari kebudayaan dengan lebih mudah.

1. KOENTJARANINGRAT

Menurut beliau, kebudayaan merupakan keseluruhan perilaku dari manuasia dan hasil yang diperoleh melalui proses belajar dan segalanya tersusun dalam kehidupan masyarakat.

2. KI HAJAR DEWANTARA

Kebudayaan menurut Ki Hajar Dewantara didefinisikan sebagai buah budi manusia, yang merupakan hasil dari dua pengaruh besar yaitu alam dan kodrat masyarakat. Ini juga merupakan sebuah bukti kejayaan kehidupan manusia untuk dapat mengatasi kesulitan di dalam hidupnya agar keselamatan dan kebahagyaan bisa tercapai. Nantinya, sifat tertib dan damai juga akan terlahir dari sini.

3. SOELAEMAN SOENARDI DAN SELO SOEMARDJAN

Menurut dua pakar tersebut kebudayaan merupakan semua hasil karya, cipta, dan rasa dari masyarakat. Karya – karya tersebut menghasilakn teknologi serta kebudayaan berwujud benda dan jasmaniah yang diperlukan oleh umat manusia untuk dapat menguasai alam supaya hasilnya bisa digunakan untuk diabdikan bagi keperluan masyarakat.

4. DR. MOHAMMAD HATTA

Menurut beliau, pengertian kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa.

5. PARSUDI SUPARLAN

Definisi kebudayaan adalah semua pengetahuan manusia yang merupakan makhluk sosial yang dipakai untuk dapat memahami dan sebagai interpretasi dari lingkungan dan pengalamannya. Kebudayaan juga dipakai untuk andasan dalam bertingkah laku.

6. HAJI AGUS SALIM

Beliau mengemukakan bahwa kebudayaan adalah persatuan dari istilah budi dan daya agar menjadi makna satu jiwa yang tidak dapat dipisah – pisahkan.

7. EFFAT AL – SYARQAWI

Menurutnya, arti dari kebudayaan merupakan sebuah khazanah sejarah bangsa yang dicerminkan pada pengakuan dan nilai – nilai di dalamnya, yakni nilai – nilai yang dapat menggariskan sesuatu untuk kehidupan, tujuan ideal, dan makna secara rohaniah yang dalam, serta bebas dari ruang dan waktu.

8. HARJOSO

Harjoso menguraikan arti kebudayaan menjadi beberapa poin, seperti berikut ini:
– Kebudayaan dalam msyarakat memiliki perbedaan dari yang satu ke yang lainnya
– Kebudayaan diteruskan dan bisa diajarkan
– Kebudayaan dapat diuraikan menjadi komponen biologis, psikologis, dan sosiologis dari keberadaan manusia
– Kebudayaan memiliki struktur dan cara tertentu
– Kebudayaan bisa dibagi atas aspek – aspek sosial dan psikologis
– Kebudayaan memiliki sifat yang dinamis
– Nilai pada kebudayaan mempunyai sifat yang relatif, dari satu masyarakat ke masyarakat yang lain bisa berbeda – beda.
UNSUR BAHASA
Unsur Unsur Kebudayaan
Unsur Unsur Kebudayaan

Bahasa merupakan cara ucap manusia. Pengucapan yang elok dan merupakan salah satu elemen yang sudah menjadi tradisi. Terus menerus diturun temurunkan sehingga antar manusia di suatu kelompok atau daerah atau bangsa dapat melakukan komunikasi dengan cara mereka sendiri. Bahasa juga digunakan untuk mengadaptasi tradisi. Dibagi menjadi dua, yaitu bahasa ucapan dan bahasa tulisan.

Contohnya, di Indonesia terdiri dari banyak pulau, adat, suku, dan kelompok etnis. Ada Jawa, Bugis, Dayak, Batak, dan lain – lain. Dari masing – masingnya itu mempunyai bahasa sendiri – sendiri dan berbeda dari bahasa yang lainnya.

2. SISTEM KEPERCAYAAN
Unsur Unsur Kebudayaan
Unsur Unsur Kebudayaan

Sistem ini sangat penting karena merupakan salah satu yang dijadikan pegangan oleh manusia dalam menjalani kehidupannya. Selain itu, kepercayaan juga akan menghubungkan manusia dengan penciptanya, membuat hal – hal yang terlihat mustahil bisa diterima akal sebagai wujud keajaiban dan anugrah dari Tuhan.

Contohnya, Ababil tinggal di Aceh yang notabene masyarakatnya mayoritas adalah muslim. Ia pun menjalani kehidupan sebagai seorang yang beraga islam. Ababil melaksanakan solat lima waktu di masjid, berpuasa menahan haus dan lapar saat Ramadhan, dan setiap hari dia pun berdoa mengharapkan semua yang ia cita – citakan dapat tercapai. Ia percaya bahwa Tuhan akan mengabulkan permohonannya.

3. ILMU PENGETAHUAN
Unsur Unsur Kebudayaan
Unsur Unsur Kebudayaan

Sistem pengetahuan dibutuhkan dalam kebudayaan untuk memenuhi rasa ingin tahu manusia terhadap suatu hal. Ilmu ada bermacam – macam dan memiliki peran tersendiri di setiap bidangnya. Dengan adanya ilmu pengetahuan kehidupan manusia bisa terbantu dan lebih maju dari waktu ke waktu. Tanpanya, kehidupan tidak akan berlangsung sampai seperti hari ini.

Sistem ilmu pengetahuan dibagi ke dalam lima hal:

– PENGETAHUAN ALAM
Alam yang ditempati oleh manusia ini begitu luas. Tak hanya bumi saja, tetapi sejagat raya. Untuk itu, ilmu alam sangat penting, supaya keteraturan tempat tinggal manusia ini bisa dijaga. Di dalamnya terdapat pengetahuan tentang bumi, astronomi, gejala alam, dan lain – lain. Ilmu alam pada masa dulu diperoleh dengan cara bertani, berburu, berlayar, dan kegiatan sehari – hari lainnya.

– PENGETAHUAN TUMBUHAN
Ilmu pengetahuan ini pada dasarnya sama dengna ilmu pertanian. Pengetahuan mendasar yang semua orang tahu tentang tumbuhan adalah tumbuhan ada untuk menjadi pelengkap dan dijadikan bahan makanan untuk bertahan manusia maupun hewan.

– PENGETAHUAN BINATANG
Tidak berbeda jauh dari tumbuhan, dalam kebudayaan manusia dimanapun kehadiran hewan di muka bumi ini untuk menunjang keberlangsungan kehidupan manusia. Untuk bahan makanan, kesenangan, teman, dan peliharaan. Ilmu pengetahuan di dalamnya mencakup bagaimana cara berburu hewan, melestarikan hewan, ilmu nelayan, dan bagaimana cara terbaik untuk bisa memanfaatkannya.

– PENGETAHUAN TUBUH MANUSIA
Pengetahuan tubuh manusia pada dasarnya diguakan untuk menganalisis tentang kesehatan manusia. Dengan mengetahui struktur tubuh, letak organ, susunan tulang, dan uratnya penyakit lebih mudah untuk diidentifikasi. Dengan begitu pertolongan pertama dapat segera diberikan untuk mencegah penyakit menjadi lebih parah.

– PENGETAHUAN SIFAT DAN TINGKAH LAKU MANUSIA
Hal ini diperlukan agar kehiduapn dapat terjaga kedamaiannya. Melalui analisis tingkah laku, manusia satu dengan yang lainnya dapat saling memahami. Meskipun ada beberapa sifat dan tingkah laku manusia yang sifatnya alami, budaya turut mengatur melalui nilai – nilai norma, adat isitadat, hukum adat, dan peraturan tertentu yang telah disepakati secara turun temurun.

– PENGETAHUAN RUANG DAN WAKTU
Pengetahuan ini mempunyai fungsi untuk menghitung, mengukur, dan melakukan penanggalan. Contohnya adalah untuk menentukan bulan, tanggal, dan tahun. Pada kebudayaan Jawa, contohnya untuk menentukan pasaran seperti Kliwon, Legi, dan Wage.

4. SISTEM TEKNOLOGI
Unsur Unsur Kebudayaan
Unsur Unsur Kebudayaan

Hadirnya sistem ini menjadi sistem peralatan dan perlengkapan manusia dalam menjalani hidupnya. Koentjaraningrat membagi macam – macam teknologi menjadi alat – alat produksi, wadah, senjata, makanan, minuman, pakaian, rumah, dan transportasi. Sistem teknologi yang dilihat hari ini merupakan perkembangan dari teknologi masa lalu yang sifatnya sederhana.

Contohnya, dahulu kapak potong sudah merupakan teknologi canggih, kini telah tergantikan dengan mesin potong yang sudah bekerja otomatis. Dahulu rumah hanya berbentuk gubug dan cukup untuk bisa berteduh saja. Kini rumah telah berkembang menjadi gedung dan hotel.

5. SISTEM KEMASYARAKATAN / KEKERABATAN
Unsur Unsur Kebudayaan
Unsur Unsur Kebudayaan

Sistem kekerabatan sangat kental dalam unsur ini. Sistem kemasyarakatan masih digunakan manusia hingga sampai sekarang untuk bersosialisasi dan menjalin hubungan. Hingga saat ini, ada beberapa wilayah dan negara yang memakai sistem kekerabatan seperti Amerika Latin, Afrika, dan Oseanis.

Menurut L.H Morgan, ada beberapa macam sistem kekerabatan yaitu garis parental (keturunan ayah dan ibu), garis alternered yang mengajarkan bahwa perempuan dan laki – laki berkedudukan sama, dan garis keturunan ibu yang mana kedudukan perempuan lebih tinggi dari laki – laki.

6. SISTEM EKONOMI / MATA PENCAHARIAN
Unsur Unsur Kebudayaan
Unsur Unsur Kebudayaan

Sistem Ekonomi kebudayaan Indonesia secara garis besar terdiri dari berburu dan meramu, beternak, bercocok tanam, menangkap ikan, dan sistem irigasi atau pengairan. Hingga sekarang sistem ini berkembang lagi. Misalnya adalah, dari bercocok tanam atau bertani, berlanjut kepada sistem perdagangan dan bisnis pengolahan makanan.

7. KESENIAN
Unsur Unsur Kebudayaan
Unsur Unsur Kebudayaan

Seni merupakan suatu ekspresi terhadap keindahan. Koentjaraningrat membagi seni menjadi dua yaitu seni rupa dan seni suara. Seni masih bisa dibagi menjadi bermacam – macam tak hanya dua jenis itu saja, masih ada seni musik, seni tari, seni terapan, seni murni, dan lain – lain. Seni juga merupakan bagian dari kebudayaan, contoh nyatanya adalah peran seni musik, seni rupa, dan tari dalam upacara adat.
Manusia dan kebudayaan merupakan dua hal yang sangat erat terkait satu sama lain. Dimana manusia memegang peranan yang unik dan dapat di pandang dari banyak segi. Sedangkan kebudayaan lebih dekat kepada karya seni adat istiadat yang tumbuh dari suatu kumpulan masyarakat.

Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang di laksanakan oleh manusia. Menurut saya jika dilihat dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat yang dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain, seperti masyarakat yaitu orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan tidak ada masyarakat yang tidak memilikikebudayaan dan begitu pun sebalik nya. Tidak ada kebudayaan tanpa masyarakat. Contohnya seperti masyarakat dari desa biasanya hanya meniru atau mengikuti budaya yang di lakukan masyarakat dari kota tanpa memikirkan sisi positif dan negatifnya, mereka hanya berfikir bahwa budaya kota itu lebih maju dan harus mereka jadikan contoh.

Lantas seperti apakah akibat yang akan terjadi jika masyarakat dari desa selalu mengikuti kebudayaan yang ada di kota? akibatnya tidak sedikit dari masyarakat desa justru menirukan hal-hal buruk saja, hal ini selalu terjadi karna faktor cara berfikir masyarakat cendrung menirukan, hal ini lah yang terkadang dapat menimbulkan konflik pada masyarakat luas karena adanya perbedaan pandangan kebudayaan. Akan tetapi, seiring dengan perubahan zaman yang semakin maju perbedaan pandangan tentang kebudayaan ini mulai surut. Hal ini di sebabkan karena mereka ingin budaya yang mereka miliki dapat di satukan nantinya.


sumber:
https://www.kompasiana.com/dhita2208/552c62f86ea83418078b4567/hubungan-antara-manusia-dengan-kebudayaannya
https://pengertiandefinisi.com/pengertian-manusia-menurut-para-ahli/
https://thegorbalsla.com/pengertian-kebudayaan/

Ilmu Budaya Dasar

Ilmu budaya dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang langkah-langkah yang dikembangkan menjadi masalah manusia dan kebudayaan.
Ilmu budaya dasar dikembangkan di neara indonesia sebgai penganti istilah  “ Basic Humanities” dan beristilah ‘Humanities yang artinya manusia yang berbudaya dan halus, kalau manusia mempelajari “Humanities” manusia akan lebih mulia/manusiawi. bahkan sadar tak sardar malaikat mengakui kemulian ( terdapat didalam al-quran).
Seberapa pentingnya sih kita belajar tentang Ilmu Budaya Dasar?
Sebelum saya bahas seberapa pentingnya kita belajar ilmu budaya dasar, pasti kalian belum begitu tau kan tentang ilmu budaya dasar tersebut. Nah ini penjelasnya…..
·         Pengertian Ilmu
Ilmu adalah seluruh usaha dasar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar di hasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
·         Pengertian  Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok
·         Pengertian Dasar
Dasar adalah suatu awalan atau permulaan dari semuanya, ilmu dasar berarti ilmu yang di pelajari adalah awal dari sebuah pelajaran dan pelajaran itu akan berkembang dan dinamakan perkembangan dasar .
Jadi, ilmu budaya dasar itu adalah ilmu pengetahuan yang diharapkan mampu memberikan pengetahuan dasar dan umum tentang konsep-konsep yang di kembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan.
Ilmu budaya dasar juga merupakan pengetahuan tentang perilaku dasar-dasar dari manusia. Unsur-unsur kebudayaan :
1.     Sistem religi/kepercayaan
2.     Sistem organisasi kemasyarakatan
3.     Ilmu pengetahuan
4.     Bahasa dan kesenian
5.     Mata pencaharian hidup
6.     Peralatan dan teknologi

Dari pengertian tersebut kita jadi lebih mengetahui tentang budaya itu sendiri. Ilmu budaya dasar sendiri memiliki banyak konsep yang mengatur hidup manusia tersebut.Beberapa hal yang membuat Ilmu Budaya Dasar menjadi penting bagi kita semua.
1.     Kita akan menyadari budaya kita sendiri
Banyak anak muda jaman sekarang yang malu mengakui budaya dia sendiri,mereka berfikiran budaya mereka sudah ketinggalan jaman dan lebih memilih untuk mengenal atau mengikuti kebudayaan luar di banding kebudayaan dia sendiri. Padahal tanpa mereka ketahui kebudayaan kita lebih unik dan menarik daripada kebudayaan luar. Maka dari itu ilmu budaya dasar sangat penting di pelajari oleh kita, agar kita mengerti arti pentingnya kebudayaan kita sendiri dan akan melestarikannya.
2.     Menghargai Budaya yang lain
kenapa sih kita harus menghargai budaya lain? Agar kita terlihat sopan di hadapan orang lain yang beda kebudayaannya dengan kita, dan kita juga bisa mengenalkan kebudayaan kita sebagai kebudayaan yang toleran. Sebagai contoh : ada sepasang kekasih yang pria orang betawi dan yang perempuan orang jawa, suatu ketika mereka sedang makan di kebudayaan jawa bila makan kita tidak boleh “mengecap” sedangkan di kebudayaan betawi tidak ada istilah mengecap, tetapi si pria mencoba untuk mengikuti aturan kebudayaan sang perempuan agar terlihat sopan. Dari contoh tersebut kita sudah menghargai perbedaan kebudayaan kita.
3.     Menambah wawasan tentang kebudayaan kita
Dengan kita mempelajari ilmu budaya dasar. Kita dapat menambah wawasan tentang keanekaragaman budaya kita, dari sabang sampai merauke. Dari cara mereka bersosialisai,bagaimana mereka mencari mata pencariannya, bagaimana adat istiadatnya. Agar kita bisa memperkenalkan kebudayaan kita ke luar negri dan membanggakan kebudayaan Indonesia.
4.     Bisa beradaptasi
Maksud dari beradaptasi ialah agar kita bisa mengetahui karakteristik kebudayaan tersebut. Contoh : ada orang batak dan orang sunda, dalam berbicara orang sunda lemah lembut sedangkan orang batak bila berbicara sangat keras(triak-triak). Pasti orang sunda heran mengapa dia berbicara keras apakah sedang marah atau tidak? Jika kita telah mengetahui karakteristik suatu kebudayaan tersebut kita tidak heran lagi dengan kebiasaannya mereka.

Dari beberapa hal penting diatas, kita bisa menyimpulkan betapa pentingnya kita mempelajari Ilmu Budaya Dasar. Banyak manfaatnya bagi diri kita sendiri dan juga orang lain, dan yang paling penting kita bisa menambah pengetahuan kita dalam hal kebudayaan di Indonesia.

Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Bertitik tolak dalam kerangka tujuan yang telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD (Ilmu Budaya Dasar), kedua masalah pokok itu adalah :
1.     Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusian dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The Humanities), Baik dari segi masing-masing keahlian (Disiplin), didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (Antar Bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
2.     Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat.
Kedua Pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD (Ilmu Budaya Dasar), Nampak jelas bahwa manusia menepati posisi sentral dalam pengkajian.
Tujuan Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar.
      Tujuan Ilmu Sosial Dasar adalah untuk membantu perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian kita, agar memperoleh wawasan pemikiran dan kepribadian yang lebih luas, dan ciri-ciri kepribadian sebagai golongan terpelajar Indonesia, khususnya yang berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia-manusia lainnya, serta sikap dan tingkah laku manusia lainnya terhadap dirinya.

      Sedangkan tujuan Ilmu Budaya Dasar adalah untuk pembentukan dan pengembangan kepribadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam lingkungan, khususnya gejala-gejala yang berkenaan dengan kebudayaan dan kemanusiaan, agar daya tanggap, persepsi dan penalaran yang berkenaan dengan lingkungan budaya yang dapat diperluas dan menjadi lebih halus.

sumber:
https://haryonogaf.wordpress.com/2015/03/12/perbedaan-ilmu-sosial-dasar-dan-ilmu-budaya-dasar/

Selasa, 26 November 2019

Agama dan Masyarakat


Kaitan antara agama dan masyarakat tentunya tidak dapat dipisahkan, sebagaimana yang di atur dalam Pasal 28E ayat (1) Undang-Undang Dasar Tahun 1945 (“UUD 1945”):

“Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.”

Kita sebagai warga negara Indonesia sudah diberikan kebebasan untuk memeluk agama dan kepercayaan yang akan kita anut.
            Definisi agama sendiri menurut ilmu sosiologi adalah  definisi yang empiris. Sosiologi tidak pernah memberikan definisi agama yang evaluative (menilai). Sosiologi angkat tangan mengenai hakikat agama, baiknya atau buruknya agama atau agama–agama yang tengah diamatinya. Dari pengamatan ini sosiologi hanya sanggup memberikan definisi deskriptif (menggambarkan apa adanya) yang mengungkapkan apa yang dimengerti dan dialami pemeluk-pemeluknya.
            Seiring dengan berkembangnya zaman, konteks “agama” dalam kehidupan kita saat ini sudah mulai bergeser arti sesungguhnya. Dahulu, agama yang kental akan pesan perdamaian dan menyeru kepada kebajikan, dengan berkembangnya zaman dan teknologi sering dipakai sebagai kedok untuk berbuat kejahatan ataupun demi kepentingan sebagian orang saja.
            Dengan adanya kejahatan yang berkedok agama, menimbulkan konflik baru di kalangan masyarakat. Suatu hal yang suci dari sebuah agama dapat dipermainkan begitu saja oleh sebagian orang demi kepentingannya atau golongannya. Contohnya saja dalam dunia politik.
            Demi memperoleh suara untuk mendapatkan kursi kekuasaan, para calon kandidat rela berpura – pura baik dan menjaga image mereka di depan para calon pemilih dengan timbahkan bumbu – bumbu agama untuk lebih memikat lagi dan memilih dirinya untuk menjadi penguasa. Dan ketika dia sudah terpilih, semua janji – janji dan seluruh image baik yang sudah dia umbar hilang begitu saja.
            Atau dengan kemajuan teknologi, penyebaran berita bohong atau hoax yang menyudutkan agama tertentu marak terjadi. Hanya demi membuat agama tertentu memiliki citra yang buruk, segala cara pun ditempuh. Bahkan banyak dari ulah orang – orang yang tak bertanggung jawab menimbulkan konflik antar umat beragama.
            Negara Indonesia yang notabenenya menjunjung tinggi perbedaan, sesuai dengan arti dari “Bhineka Tunggal Ika” tentunya memiliki keberagaman yang sangat kaya. Dengan umat islam sebagai mayoritasnya, menjadikan Indonesia menjadi negara dengan tingkat toleransi antar umat beragama yang tinggi. Tidak seperti di negara lain, yang mengucilkan kaum minoritas.
            Kemerdekaan bangsa ini pun diraih berkat kerjasama dari semua pihak, para pahlawan pada saat itu tidak memikirkan suku dan etnis ataupun agama apa yang mereka anut. Mereka lebih mementingkan persatuan dan kesatuan demi memerdekan bangsa ini dari para penjajah. Sejarah telah membuktikan tingginya tingkat toleransi yang dimiliki oleh bangsa ini.
            Kita sebagai generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa ini, sejatinya tugas kita adalah mempertahankan apa yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan. Dengan isu – isu perpecahan yang semakin banyak di teriakan, baik yang berkedok politik maupun berkedok agama, yang mulai merongrong bangsa ini. Mempertahankan dan memperjuangkan keutuhan dari negara ini, dari konflik – konflik yang memecah belah merupakan tugas dari seluruh lapisan masyarakat.





Daftar Pustaka:
https://www.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/cl6556/ham-dan-kebebasan-beragama-di-indonesia/

Teknologi dan Kemiskinan


            Jika kita berbicara tentang perkembangan teknologi  yang ada, teknologi memiliki dampak yang sangat besar dalam kehidupan sehari – hari kita. Teknologi dapat menjadi sebuah inovasi baru dalam memecahkan masalah – masalah sosial di berbagai bidang. Salah satu nya dalam sector kemiskinan yang belum terpecahkan di negeri Ini.
            Kemiskinan yang terus meningkat seperti halnya perkembangan teknologi, membutuhkan aksi nyata dari pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat untuk dapat memecahkan atau mengurangi masalah kemiskinan. Dengan adanya teknologi dan segala kemudahannya, tentulah dapat mengurangi kemiskinan tersebut. Dengan aksi nyata dan program pemerintah, serta dukungan dari masyarakat luas.
            Menurunkan angka kemiskinan di Indonesia melalui teknologi bukanlah hal yang mustahil, teknologi dapat bersinergi di segela bidang yang ada. Dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidang ekonomi, sosial, politik, maupun lingkungan, seiring berjalan nya waktu angka kemiskinan di Indonesia akan menurun. Teknologi Infomasi dan Komunikasi (TIK) diperlkenalkan kemasyarakat untuk memudahkan akses mereka dalam terhadap pelayanan dasar yang diberikan oleh pemerintah pusat maupun daerah.
            Salah satu contoh nyata dari penerapan teknologi yaitu Program 1 juta Nelayan Berdaulat Berbasis Teknologi yang di luncurkan oleh Pemerintah melalui Kemenko Bidang Kemaritiman. Program 1 juta nelayan berdaulat ini memberikan pelatihan kepada sekitar 1000 orang yang terdiri dari nelayan, ketua rukun nelayan tiap desa/kecamatan, pengurus/petugas koperasi nelayan, petugas TPI, pembina nelayan untuk memanfaatkan sebuah aplikasi digital. Aplikasi tersebut dibuat oleh FishOn, sebuah perusahaan rintisan digital mitra Kemenko Bidang Kemaritiman.
Aplikasi berbasis android ini memiliki fitur informasi pencurian ikan, pengawetan ikan, penjualan ikan, komunikasi pencatatan hasil tangkapan ikan, panic button untuk permintaan bantuan dalam kondisi darurat, fitur pembayaran elektronik dan fitur belanja kebutuhan sehari hari. Selain itu ada aplikasi penjualan dan manajemen gudang untuk koperasj nelayan, aplikasi lelang ikan online yang menghubungkan TPI, nelayan dan pedagang ikan, serta aplikasi website penjualan e-commerce ikan.
Bayangkan saja, jika seluruh nelayan di penjuru Indonesia memanfaatkan aplikasi ini, kita sebagai negara dengan kekayaan hasil laut yang melimpiah tentu saja dapat memaksimalkan kekayaan tersebut dan mendongkrak ekonomi rakyat dan negara. Sinergi antara teknologi dengan kehidupan kita tentunya sangat luas.
Contoh lainnya, penerapan teknologi di pedesaan. Dengan adanya teknologi, para petani yang ada di desa dapat menjual berbagai hasil alam mereka dan memantau harga terkini dari barang yang akan mereka jual. Selain itu, mereka dapat mendapatkan informasi tentang pencegahan hama terhadap tanaman, hasil alam apa yang sedang laku dipasaran, dan informasi lainnya yang dapat mereka manfaatkan sehingga hasil panen dan penghasilan mereka dapat meningkat.
Sinergi teknologi dalam menurunkan angka kemiskinan di Indonesia dapat dilakukan melalui berbagai bidang, tidak hanya penekanan di bidang perekonomian, tetapi dapat juga dimaksimalkan dalam bidang lainnya seperti sosial budaya, dan juga bidang politik. Dengan memaksimalkan peranan teknologi dalam bidang – bidang tersebut, dan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, menurunkan angka kemiskinan bahkan memberantas kemiskinan di Indonesia bukanlah hal yang mustahil lagi.




Daftar Pustaka:
https://www.kompasiana.com/ayisumarna/54f3c6f97455139f2b6c8009/pengentasan-kemiskinan-berbasis-tik
https://kominfo.go.id/index.php/content/detail/17833/pemerintah-luncurkan-proyek-percontohan-program-satu-juta-nelayan-berbasis-teknologi-digital-di-sukabumi/0/artikel_gpr

Minggu, 24 November 2019

IPTEK dan Kehidupan


            Teknologi di abad 21 yang serba modern saat ini bukanlah hal yang tabu lagi bagi sebagian orang, teknologi sudah menembus seluruh lapisan dan generasi yang ada. Baik generasi muda maupun tua, sudah mengenal teknologi. Perkembangan teknologi yang begitu pesat sudah terjadi dimana – mana, bahkan hingga pelosok terpencil di negeri ini.
            Di abad 21 ini, teknologi sudah menjadi kebutuhan setiap orang, yang sudah tidak dapat dipisahkan walaupun sedetik dari orang tersebut. Dimanapun dan kapanpun kita berada, teknologi selalu hadir disekitar kita. Seluruh sector sudah terkena dampak dari perkembangan teknologi yang begitu pesat. Keinginan manusia yang menginginkan sesuatu yang serba efisien dan cepat, tentu juga mempengaruhi perkembangan teknologi pada abad ke-21 ini.
            Keinginan manusia yang menginginkan segala sesuatunya berjalan serba praktis, memberikan dampak yang begitu besar kepada beberapa bidang yang ada. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Apalagi pada abad 21 ini adalah era globalisasi dimana hampir seluruh kegiatan manusia menggunakan sistem teknologi. Dengan kemajuan IPTEK yang begitu pesat, memberikan dampak pada manusia itu sendiri.
            Dampak dari pesatnya perkembangan IPTEK pada kehidupan manusia sangat mudah untuk kita temukan. Sebagai salah satu contoh dalam bidang sosial, perkembangan IPTEK dapat membuat hubungan seseorang dengan orang lain di tempat yang jauh menjadi terasa dekat, orang tersebut dapat melakukan panggilan suara maupun video sebagai dampak dari perkembangan teknologi.
            Teknologi dalam penerapannya, menjadi jalur utama yang dapat menyongsong masa depan. Dia dapat mempermudah segala aktifitas manusia dan juga memiliki dampak sosial yang nyata. Contohnya, pemahaman seseorang tentang penggunaan teknologi dapat meningkatkan derajat atau posisi orang tersebut di lingkungan tempat tinggalnya maupun saat bersosialisasi dengan orang lain.
            Teknologi pada zaman ini tidak hanya sebagai alat untuk mempermudah segala aktifitas manusia, tetapi dapat menjadi tolak ukur sosial seseorang. Pandangan seseorang kepada orang yang memiliki teknologi versi terbaru dengan yang tidak tentu akan berbeda. Teknologi juga dapat menjadi tolak ukur kesuksesan seseorang dalam hal material, dan juga dapat menjadi pemuas bagi segelintir orang yang selalu menjadi penggemar fanatic dari teknologi dengan merek dagang tertentu.
            Dampak sosial lainnya, teknologi dapat memicu penyimpangan sosial dalam masyarakat. Demi mendapatkan teknologi keluaran terbaru, beberapa orang rela melakukan penyimpangan sosial guna memenuhi keinginannya tersebut. Contohnya seperti mencuri demi mendapatkan uang secara instan untuk membeli smartphone keluaran terbaru, ataupun meminjam smartphone keluaran terbaru milik teman untuk kita pamerkan di sosial media yang nyatanya smartphone tersebut bukanlah miliknya.
            Terlepas dari dampak sosial yang ditimbulkan oleh teknologi dan berbagai kemudahan yang ditawarkannya, seluruhnya berbalik kembali kepada penggunanya. Apakah sang pengguna akan menggunakan teknologi tersebut secara bijak, ataupun sebaliknya. Dengan berkembangnya teknologi yang begitu cepat dan tidak akan terhenti di satu titik, kita sebagai pengguna haruslah bijak dalam menggunakan teknologi tersebut.



Daftar Pustaka
https://www.kompasiana.com/jamessiswanto/5c01692ac112fe442c3dfad4/pengaruh-iptek-dalam-kehidupan?page=all

Sabtu, 23 November 2019

Pertentangan Sosial & Integrasi Masyrakat


            Seiring denga berkembanganya zaman yang begitu pesat dan dengan adanya era globalisasi yang mulai menggeser nilai – nilai buadaya asli Bangsa, memnuculkan suatu kebiasaan baru yang terjadi di lingkungan masyarakat. Pada saat ini, seirng kita temui sebuah kondisi pada anggota masyarakat dimana diwarnai oleh adanya persamaan – persamaan dalam berbagai hal yang dapat menyatukan dan menciptakan suatu kelompoktertentu dalam lingkungan masyarakat itu sendiri. Melalui munculnya persamaan antar anggota masyarakat, tentunya tak lepas dari munculnya perbedaan – perbedaan antar anggota masyarakat dan menimbulkan pertentangan – pertentangan antar satu dengan lainnya.
            Pertentangan sosial dapat diartikan sebagai suatu konflik yang terjadi pada masyarakat sehingga kelompok-kelompok tertentu, misalnya pada kelompok etnis, kelompok agama, kelompok ideology tertentu termasuk antara mayoritas dan minoritas. Perbedaan kepentingan sebenarnya merupakan sifat naluriah disamping adanya persamaan kepentingan.
            Jika suatu kelompok tersebut memiliki suatu kepentingan pribadi dan mereka termasuk kedalam mayoritas di lingkungannya, mereka akan cenderung meremehkan dan memandang rendah kelompok yang minoritas dan merasa bahwa mereka paling benar. Terkadang, diskriminasi terhadap kelompok minoritas oleh kelompok mayoritas masih sering terjadi di Negeri ini. Miris sekali, mengingat bahwa Bangsa ini diperjuangkan dan dipersatukan oleh perbedaan dan keanekaragaman rakyatnya. Seperti yang tertera dalam “Bhineka Tunggal Ika”, seharusnya seluruh lapisan masyarakat yang mengaku sebagai warga negara Indonesia menjunjung tinggi semboyan “Bhineka Tunggal Ika” sebagai identitas nasional negara.
            Diskriminasi tidak hanya dilakukan oleh kelompok mayoritas kepada kelompok minoritas, tapi bisa di lakukan oleh suatu kelompok tertentu seperti kelompok etnis, kelompok agama, kelompok ideology tertentu. Dari diskriminasi tersebut terkadang muncul sebuah prasangka antar kelompok, mereka cenderung menganggap kelompok lain itu buruk dan kelompok mereka lebih baik tanpa kritik terlebih dahulu. Menelan mentah – mentah sebuah kabar yang belum pasti kebenarannya tentang kelompok tertentu, dan langsung menilai bahwa kelompok tersebut buruk dan dirinya yang baik.
            Pada dasarnya, prasangka menunjukkan pada aspek sikap sedangkan diskriminasi pada tindakan. Menurut Morgan (1966) sikap adalah kecenderungan untuk merespon baik secara positif atau negarif terhadap orang, obyek atau situasi. Sikap seseorang baru diketahui setelah ia bertindak atau beringkah laku.
Sikap negatif disebut juga prasangka, walaupun sikap prasangka juga bisa bersifat positif dalam kondisi tertentu. Dalam pengertian ini, sikap prasangka lebih cendrung ke arah negatif karena pengaruh dari faktor lingkungan, sikap dan ego yang tinggi, serta mudah terprovokasi dengan orang lain tanpa ada bukti yang jelas, dan hanya bisa berprasangka dengan orang lain.
Seseorang yang mempunyai prasangka rasial, biasanya bertindak diskriminasi terhadap ras yang diprasangkainya, akan tetapi seseorang bertindak diskriminatif tanpa berlatar belakang pada suatu prasangka. Sikap berprasangka jelas tidak adil, karena sikap yang diambil hanya berdasarkan   pada pengalaman atau apa yang didengar. Apabila muncul sikap berprasangka dan diskriminatif terhadap kelompok sosial lain, maka  akan terjadi pertentangan sosial yang lebih luas yang akan berdampak buruk bagi lingkungan sekitar dan kerugian yang cukup besar dalam berbagai aspek.
Selain itu, dampak lain dari adanya sikap diskriminatif yaitu sikap ethnosentris antar masyarakat. Etnosentrisme sendiri yaitu suatu kecenderungan yang menganggap nilai-nilai dan norma-norma kebudayaannya sendiri sebagaai sesuatu yang prima, terbaik, mutlak dan diepergunakan sebagai tolok ukur untuk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain.
Etnosentrisme merupakan kecenderungan tak sadar untuk menginterpretasikan atau menilai kelompok lain dengan tolok ukur kebudayaannya sendiri. Sikap etnosentrisme dalam tingkah laku berkomunikasi nampak canggung atau tidak luwes.
Setiap suku bangsa atau ras tertentu memiliki sebuah ciri khas kebudayaan yang berbeda dan sekaligus menjadi kebanggan mereka. Suku bangsa ras tersebut pastilah menjunjung tinggi kebudayaan yang mereka miliki dan cenderung menganggap bahwa kebudayaan yang mereka miliki lebih baik daripada kebudayaan suku bangsa ras lain.
Sikap ethnosentris membuat seseorang meyakini bahwa segala yang berbeda dengan kebudayaan yang mereka miliki, dipandang sebagai, dipandang  sebagai suatu yang kurang baik, kurang estetis, dan bertentang dengan kodratnya. Hal ini membuat seseorang lebih mementingkan dirinya sendiri ataupun kelompoknya dibandingkan kepentingan untuk khalayak ramai. Dan sikap ini juga dapat membuat seseorang menjadi indiviualis dalam menilai sesuatu.




Daftar Pustaka:
https://furkanny.wordpress.com/industrial-eng/term-iii/ilmu-sosial-dasar/pertentangan-sosial-dan-integrasi-masyarakat/
http://ilmusosialdasar-lintang.blogspot.com/2012/10/prasangka-diskriminasi-dan-etnosentrisme.html
https://materibelajar.co.id/etnosentrisme/